Skandal Match Fixing di Esports World Cup 2026: Tim Dota 2 PTime Resmi Didiskualifikasi
Ditulis Oleh Redaksi Pada July 16, 2026 11:52 AM

“Skandal Dugaan Match Fixing Coreng Dota 2 di Esports World Cup 2026, Tim Asal Peru PTime Resmi Didiskualifikasi”
Panggung Esports World Cup (EWC) 2026 kembali diguncang kabar miring. Bukannya menjadi sorotan karena aksi memukau di arena, turnamen Dota 2 kali ini justru didera kontroversi besar setelah PTime, tim profesional asal Peru, resmi didepak dari kompetisi. Keputusan ini diambil menyusul adanya dugaan pelanggaran integritas yang kini tengah diusut oleh Esports Integrity Commission (ESIC).
Insiden ini menjadi salah satu pukulan telak terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan EWC 2026. Belum reda pembahasan mengenai kasus pencurian perangkat milik pelatih VALORANT beberapa waktu lalu, kini dugaan pengaturan skor (match fixing) justru menodai salah satu turnamen Dota 2 dengan gengsi tertinggi tahun ini.
Laga PTime yang Sempat Tertunda Berujung Diskualifikasi
Sesuai jadwal awal, PTime seharusnya bertanding melawan Vici Gaming dalam babak Survival Stage pada 14 Juli 2026 pukul 13.00 CEST. Namun secara mendadak, laga tersebut ditangguhkan tanpa alasan yang mendetail.
Selang beberapa jam, Esports Foundation selaku pihak penyelenggara merilis pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa penundaan tersebut merupakan langkah preventif. Hal itu dilakukan setelah mereka mengendus adanya indikasi pelanggaran integritas yang memerlukan peninjauan mendalam. Tidak butuh waktu lama hingga sanksi yang lebih berat dijatuhkan: PTime resmi didiskualifikasi dari turnamen Dota 2 EWC 2026. Langkah tegas ini langsung memicu gelombang perbincangan hangat di kalangan komunitas esports global.
Dua Personel PTime Dijatuhi Skorsing Sementara oleh ESIC
Detail mengenai kasus ini diungkapkan lebih lanjut oleh ESIC, lembaga independen yang bertanggung jawab mengawasi keadilan kompetisi dan menangani praktik manipulasi di dunia esports. ESIC mengonfirmasi telah menjatuhkan skorsing sementara kepada dua sosok krusial dari PTime, yaitu:
. Juan "Vintage" Angulo (Pelatih)
. Oswaldo "DarkMago" Herrera (Mid Laner)
Keduanya kini berstatus dalam proses investigasi atas dugaan pelanggaran terhadap Anti-Corruption Code serta Player Code of Conduct milik ESIC. Selama penyelidikan berjalan, Vintage dan DarkMago dilarang keras berpartisipasi dalam seluruh rangkaian acara EWC 2026 maupun turnamen lain yang terafiliasi dengan anggota ESIC. Meski demikian, ESIC menggarisbawahi bahwa status ini masih bersifat sementara dan belum ada vonis final yang menyatakan keduanya bersalah sebelum investigasi rampung.
Manajemen PTime Mengaku Kecolongan dan Siap Kooperatif
Merespons situasi pelik ini, PT Sports Management selaku divisi esports dari Playtime Entertainment langsung mengeluarkan pernyataan terbuka. Pihak manajemen menegaskan komitmen mereka yang menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala tindakan yang mencederai sportivitas.
Manajemen mengklaim sama sekali tidak mengetahui adanya indikasi pelanggaran yang melibatkan pelatih dan pemainnya tersebut. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, mereka berjanji akan bersikap kooperatif dan mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh Esports Foundation bersama ESIC. Di samping itu, Playtime Entertainment juga mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan kedua individu tersebut secara internal demi menjaga transparansi organisasi.
Kecaman Keras dari Komunitas Dota 2
Kabar diskualifikasi ini langsung memantik reaksi keras dari berbagai figur senior di skena kompetitif Dota 2. Mantan pemain sekaligus pelatih ternama dari OG Esports dan Ninjas in Pyjamas, Mikhail "Misha" Agatov, meluapkan kekecewaannya melalui kanal Telegram pribadinya.
Misha mengecam keras tindakan manipulasi pertandingan dan menyamakan dampak buruknya dengan skandal match fixing masa lalu yang melibatkan Tommy "Taiga" Le. Menurutnya, praktik kotor yang berkelindan dengan aktivitas judi ilegal bernilai besar ini tidak hanya merugikan penyelenggara, tetapi juga merusak kredibilitas industri esports di mata dunia.
Ujian Berat Bagi Integritas Esports Modern
Kasus PTime menjadi alarm keras bagi ekosistem esports yang kian berkembang. Seiring dengan melonjaknya total hadiah turnamen, jumlah penonton, serta besarnya pasar taruhan, risiko terjadinya manipulasi pertandingan pun semakin nyata. Di sinilah peran lembaga pengawas seperti ESIC menjadi krusial untuk memastikan kompetisi tetap berjalan adil.
Saat ini, jalannya turnamen Dota 2 di Esports World Cup 2026 tetap dilanjutkan menggunakan jadwal terbaru yang telah disesuaikan. Komunitas kini tinggal menunggu hasil akhir dari investigasi resmi yang tidak hanya menentukan nasib Vintage dan DarkMago, tetapi juga menjadi preseden penting bagi penegakan integritas esports internasional ke depan.

Top Up 

